Selamat Datang di Blog Langit Biru Pembaharu, semoga Kunjungan Anda Bermanfaat
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Hukum Menikahi Wanita HAmil Karena Zina

A.    Latar Belakang
Pergaulan bebas antara muda mudi seperti yang terjadi sekarang ini seringkali membawa kepada hal-hal yang tidak diinginkan. Sebagai contoh terjadinya kehamilan sebelum sempat dilakukan pernikahan, atau lebih dikenal dengan marriage by accident atau dalam istilah LKMD (jawa : lamar keri meteng disek (melamar balakangan tapi hamil dahulu)) yang sering diliput dalam media massa baik cetak maupun elektronik. Adapun yang diungkapkan oleh media adalah sebagian kecil kasus, akan tetapi masih banyak kasus yang tidak sampai kepada redaksi.

Telaah Atas Penafsiran Al-Quran Kalangan Syiah

Telaah atas Penafsiran al-Qur’an Kalangan Syi’ah

A. Pendahuluan
Al-Qur’an adalah sebuah kitab suci yang kaya makna. Saking kayanya, setiap orang bisa memaknai al-Qur’an secara berbeda, sesuai latar belakang sosial dan latar belakang pengetahuannya. Pantas saja jika Abdullah Darraz men-tamsilkan al-Qur’an ibarat permata yang setiap sudutnya memancarkan cahaya.[1] Begitu juga al-Qur’an, setiap sudutnya memancarkan makna yang demikian mendalam.
Jika hal tersebut dikorelasikan dengan tradisi penafsiran al-Qur’an kontemporer (dalam hal ini hermeneutika, yang selalu menyatukan antara teks dan realitas) maka wajar saja jika hal tersebut terjadi. Karena setiap mufassir selalu membawa latar belakang yang berbeda. Akibatnya, al-Qur’an pun ditafsirkan dengan corak dan ragam yang berbeda-beda pula.

HISAB EPHEMERIS AWAL WAKTU SHOLAT



RINGKASAN METODE
HISAB AWAL WAKTU SALAT
Acuan Data : Ephemeris Hisab Rukyat
1.      AWAL ZUHUR (zawalusy syamsi = ketika seluruh piringan Matahari sudah melintasi Meridian)
à        Rumus : WKM (Waktu Kulminasi Matahari) ditambah Jam SDM (Semi Diameter Matahari) ditambah WI (Waktu Ikhtiyathi).
WKM jam Istiwa’ = 12
WKM jam Pertengahan Daerah = 12 dikurangi e (Equation of time) pukul 05 GMT (lihat table ephemeris)
WKM jam Pertengahan Lokal = 12 dikurangi e (Equation of time) pukul 05 GMT ditambah KWD (Koreksi Waktu Daerah)
KWD = l Waktu Daerah dikurangi l Tempat (Markaz) dibagi 15
l WIB = 105º Timur, l WITA = 120º Timur, l WIT = 135º Timur
l Tempat = Lihat Daftar. Misalnya l Surabaya adalah 112º 45’ Timur
Jam SDM = SDM pukul 05 GMT (lihat table ephemeris) dibagi 15
WI = 1 s.d 2 menit (sekaligus sebagai koreksi pembulat) untuk wilayah kota/kabupaten di Jawa.

Lagi-Lagi Khilafah



Khilafah menurut makna bahasa merupakan mashdar dari fi'il madhi khalafa, berarti: menggantikan atau menempati tempatnya (Munawwir, 1984:390). Makna khilafah menurut Ibrahim Anis (1972) adalah orang yang datang setelah orang lain lalu menggantikan tempatnya (jâ'a ba'dahu fa-shâra makânahu) (Al-Mu'jam al-Wasith, I/251).
Dalam kitab Mu'jam Maqayis al-Lughah (II/210) dinyatakan, khilafah dikaitkan dengan penggantian karena orang yang kedua datang setelah orang yang pertama dan menggantikan kedudukannya. Menurut Imam ath-Thabari, makna bahasa inilah yang menjadi alasan mengapa as-sulthan al-a'zham (penguasa besar umat Islam) disebut sebagai khalifah, karena dia menggantikan penguasa sebelumnya, lalu menggantikan posisinya (Tafsir Ath-Thabari, I/199)

Sinkretisme Antara Tradisi Jawa dan Islam Tentang Kelahiran


Masyarakat Jawa terkenal dengan keteguhannya mempertahankan dan melestarikan tradisi nenek moyangnya. Setelah Islam masuk, para ulama’ seperti wali songo memodifikasi kebudayaan yang berbau mistik dan tahayyul kepada tradisi yang sesuai dengan norma-norma Islam. Tradisi Jawa mengenai kelahiran seorang anak misalnya, sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, bahkan penuh dengan pengkultusan, kemusyrikan dan kemubadziran. Lalu oleh usaha kreatifitas wali songo diubahlah kebiasaan tersebut menjadi sebuah tradisi yang Islami. Di antara kebiasaan yang lazim dilakukan orang Jawa yang telah diakulturasikan dengan tradisi Islam berkenaan dengan kelahiran seorang anak seperti berikut:

KURSUS CALON PENGANTIN



KURSUS CALON PENGANTIN
1.    Pengertian Kursus Calon Pengantin
Pengertian Kursus Dalam penjelasan pasal 26 ayat 5 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, dijelaskan bahwa kursus dan pelatihan adalah bentuk pendidikan berkelanjutan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan penekanan pada penguasaan keterampilan,standar kompetensi, pengembangan sikap kewirausahaan serta pengembangan kepribadian profesional.[1]

Metode Menentukan Awal Bulan Qomariyah Berdasarkan Kalender Aboge


Oleh : M Rizal Zakaria, S.HI 
1.    Selayang Pandang
Sebelum masuknya pengaruh Hindu di pulau Jawa, orang-orang Jawa telah mengenal kalender sendiri yang dikenal dengan sebutan petangan Jawi.[1] Kalender atau perhitungan pranata mangsa itu digunakan oleh petani sebagai pedoman dalam bekerja dan bercocok tanam. Selain itu juga digunakan untuk perhitungan watak atau pengaruh kepada kehidupan manusia seperti halnya perhitungan Jawa lainnya.[2]

PROBLEMETIKA PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIYAH (SUATU PENGANTAR)


Oleh : M. Rizal Zakaria,S.HI
Penghulu KUA Wates
 Persoalan hisab rukyah pada hakikatya tidak hanya bertumpu pada persoalan penentuan awal bulan Qomariyah, namun karena persoalan itu lebih berpotensi menimbulkan perbedaan maka wajar jika persoalan itu jauh lebih mendapatkan perhatian daripada masalah-masalah lainnya. Sedangkan ilmu falak sendiri adalah ilmu yang dinamis yang selalu berkembang dari masa ke masa, hal itu dibuktikan dengan lahirnya sistem perhitungan yang akurasinya mendekati titik kebenaran. Secara umum, dalam ilmu falaq, sistem hisab yang berkembang itu diklasifikasikan kepada tiga kategori, yakni :

MANAJEMEN ORGANISASI



PENGERTIAN MANAJEMEN ORGANISASI
Dalam dunia organisasi, tidak dapat dilepaskan dengan manajemen sebagia upaya untuk mencapai tujuan organisasi. Istilah manajemen sendiri telah diartiakan oleh berbagai pihak dengan berbagai arti, misalnya : pengelilaan, pembinaan, pengurusan, ketatalaksanaan, kepemimpinan, dan sebagainya. Para pihak yang memberikan arti tersebut sangat dipengaruhi dimana dia tiggal serta bagaimana situasi yang sedang dia hadapi, namun pada esensinya dari beberapa pengertian tersebut adalah sama.

Tipe Kepemimpinan



Tipe kepemimpinan akan identik dengan gaya kepemimpinan seseorang. Tipe kepemimpinan yang secara luas dikenal dan diakui keberadaannya adalah
1. Tipe Otokratik
Seorang pemimpin yang tergolong otokratik memiliki serangkaian karakteristik yang biasanya dipandang sebagai karakteristik yang negatif. Seorang pemimpin otokratik adalah seorang yang egois. Egoismenya akan memutarbalikkan fakta yang sebenarnya sesuai dengan apa yang secara subjektif diinterpretasikannya sebagai kenyataan. Dengan egoismenya, pemimpin otokratik melihat peranannya sebagai sumber segala sesuatu dalam kehidupan organisasional. Egonya yang besar menumbuhkan dan mengembangkan persepsinya bahwa tujuan organisasi identik dengan tujuan pribadinya.
 
Support : Music Live | Timur Belambangan | Blogger Tips
Copyright © 2013. LANGIT BIRU PEMBAHARU - izal_zakaria All Rights Reserved
Template Modify by Blogger Tutorial
Proudly powered by Blogger